Salah satu kegunaan paling banyak dari flash memory adalah basic input/ output system (BIOS) dari komputer Anda. Sebenarnya di dalam setiap komputer yang siap pakai, terdapat BIOS yang berguna untuk memastikan semua chip, hard drive, port, dan CPU dapat bekerja bersama.
Setiap dekstop maupun laptop memiliki sebuah mikroprosesor sebagai unit proses utama (central processing unit). Mikroprosesor itu adalah komponen hardware. Untuk dapat bekerja dengan baik, mikroprosesor menjalankan set instruksi yang disebut software. Mungkin Anda telah familiar dengan dua jenis tipe software :
1.Sistem Operasi – sistem operasi menyediakan set layanan agar aplikasi dapat bekerja di komputer Anda dan juga menyediakan antarmuka pengguna yang pokok untuk komputer Anda. Windows XP, MacOS X Leopard, ataupun Linux adalah contoh sistem operasi.
2.Aplikasi – aplikasi adalah software-software yang telah diprogram untuk menjalankan tugas tertentu. Contoh aplikasi seperti aplikasi pengolah kata (Microsoft Word, Open Office.org), pengolah grafis (Adobe Photoshop, GIMP), atau pun pengolah musik (WinAmp, XMPlay).
Sedangkan BIOS adalah software ketiga yang harus ada agar komputer dapat bekerja dengan baik dan benar. Software BIOS mempunyai beberapa kegunaan, tetapi kegunaan paling utama adalah untuk memanggil (load) sistem operasi. Ketika Anda menyalakan komputer dan mikroprosesor akan menjalankan instruksi pertama yang harus didapatkan dari suatu tempat. Instruksi tidak dapat diambil dari sistem operasi karena sistem operasi terletak di dalam hard disk dan mikroprosesor tidak dapat mengambil dari sistem operasi jika tidak diberi tahu caranya. BIOS menyediakan instruksi-instruksi tersebut. Tugas-tugas dari BIOS lainnya adalah sebagai berikut :
1.POST atau power-on self-test untuk mengecek semua hardware yang ada di sistem komputer untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan benar.
2.Mengaktivasi chip-chip BIOS lainnya yang terdapat di peripheral tambahan yang terinstall di komputer. Contohnya, SCSI dan graphic card (VGA) biasanya mempunyai chip BIOS sendiri.
3.Menyediakan set low-level routine yang sistem operasi gunakan untuk menghubungkan device hardware-hardware yang berbeda. Routine inilah yang memberikan BIOS namanya. Set-set tersebut mengatur keyboard, layar, dan port serial serta parallel, khususnya saat komputer boot-ing.
4.Mengatur setting-setting untuk hard disk, RAM, waktu, dan lain sebagainya.
BIOS adalah software spesial yang menghubungkan komponen-komponen hardware utama komputer Anda dengan sistem operasi. BIOS biasanya ditanam di chip flash memori yang ada di motherboard, tetapi terkadang chip tersebut hanyalah tipe lain dari ROM.
Ketika Anda menyalakan komputer, BIOS mengerjakan berbagai hal. Berikut ini adalah urutan kerja dari BIOS :
1.Mengecek susunan CMOS untuk setting buatan (custom).
2.Memanggil pengendali interupsi dan driver-driver dari device yang ada.
3.Memberikan nilai awal untuk register dan pengaturan tenaga.
4.Menjalankan POST (power-on self-test).
5.Menampilkan setting sistem.
6.Menentukan device mana yang bootable.
7.Memulai urutan bootstrap.
Bagian pertama yang dicek oleh BIOS adalah informasi yang tersimpan di dalam sejumlah kecil (64 byte) RAM yang terletak di chip complementary metal oxide semiconductor (CMOS). Susunan CMOS menyediakan informasi khusus tentang sistem secara detail dan bisa berubah sesuai setting-an sistem Anda. BIOS menggunakan informasi ini untuk mengubah atau menambah programming default-nya sesuai kebutuhan.
Interrupt handlers atau pengendali interupsi adalah software kecil yang berguna sebagai penerjemah antara komponen hardware dengan sistem operasi. Sebagai contoh, ketika Anda menekan sebuah tombol di keyboard, sinyal terkirim ke pengendali interupsi keyboard yang akan mengatakan ke CPU jenis sinyal yang terkirim dan meneruskannya ke sistem operasi. Driver device adalah software kecil lainnya yang berguna untuk mengenali komponen hardware seperti keyboard, mouse, hard drive, dan CD-ROM. Karena BIOS sering (baca : selalu) menangkap sinyal ke dan dari hardware, maka BIOS biasanya di-copy atau shadowed ke dalam RAM agar berjalan lebih cepat.
Setelah mengecek susunan CMOS dan memanggil pengendali interupsi, BIOS menentukan apakah video card berfungsi. Kebanyakan video card mempunyai miniatur BIOS sendiri yang menentukan nilai awal memori dan prosesor grafis dari card tersebut. Jika tidak terdapat video card tambahan, biasanya terdapat informasi driver video di ROM lain di motherboard yang dapat dipanggil BIOS.
Selanjutnya, BIOS mengecek apakah boot ini cold boot atau reboot. BIOS melakukan ini dengan mengecek nilai dari alamat memori 0000:0472. Nilai 1234h menunjukkan reboot dan BIOS melompati sisa urutan POST. Selain dari itu dianggap sebagai cold boot.
Jika yang terjadi adalah cold boot, BIOS memeriksa RAM dengan menjalankan test read/ write di setiap alamat memori. BIOS juga mengecek port PS/2 atau USB untuk keyboard dan mouse. BIOS juga akan mencari bus peripheral component interconnect (PCI) dan jika menemukan satu card terpasang, akan dilanjutka dengan pengecekan semua card. Jika BIOS menemukan error atau kesalahan saat POST, BIOS akan memberitahu Anda dengan bunyi “beep” yang berurutan sesuai jenis error atau menampilkan pesan kesalahan di layar monitor. Biasanya error di bagian ini disebabkan oleh masalah pada hardware.
BIOS akan menampilkan detail tentang sistem Anda. Umumnya informasi yang ditampilkan adalah :
1.Prosesor
2.Floppy Drive dan Hard Drive
3.Memori
4.Revisi dan tanggal BIOS
5.Display
Setiap driver spesial, seperti driver untuk small computer system interface (SCSI) adapter akan dipanggil dari adapter dan BIOS menampilkan informasinya. Kemudian, BIOS akan mencari di urutan device penyimpan yang dikenali sebagai boot device di susunan CMOS. “Boot” adalah kependekan dari “bootstrap”, seperti dalam peribahasa, “Lift yourself up by your bootstrap (Tegakkan dirimu dengan usahamu sendiri)”. Maksud dari boot adalah proses menjalankan sistem operasi. BIOS akan memulai urutan boot dari device pertama. Jika BIOS tidak menemukannya, maka BIOS akan memulai device kedua. Jika BIOS tidak menemukan file yang tepat di dalam device, proses startup akan dihentikan.
Di penjelasan sebelumnya, terdapat kalimat yang menyebutkan bahwa BIOS mengecek susunan CMOS untuk setting buatan (custom). Inilah cara penjelasan bagaimana mengubah setting CMOS.
Untuk masuk ke susunan (setup) CMOS, Anda harus menekan kombinasi tombol tertentu saat urutan startup awal (initial startup sequence). Sebagian besar sistem menggunakan “Esc”, “Del”, “F1”, F2“, “Ctrl-Esc”, atau “Ctrl-Alt-Esc” untuk masuk ke dalam setup CMOS. Biasanya terdapat satu kalimat teks di paling bawah, yaitu “Press . . . to Enter Setup”.
Setelah Anda memasuki setup, Anda akan melihat kumpulan teks dengan beberapa pilihan. Beberapa pilihan ini standar, namun yang lain bervariasi tergantung dari manufaktur BIOSnya. Pilihan yang umum dijumpai adalah :
1.System Time/ Date - Mengatur waktu dan tanggal sistem.
2.Boot Sequence - Urutan yang BIOS akan panggil untuk memanggil sistem operasi.
3.Plug and Play – Standar untuk mengenali otomatis (auto-detecting) device yang terkoneksi dengan sistem komputer.
4.Mouse/ Keyboard – “Enable (Mengaktifkan) Num Lock”, “Enable the Keyboard”, “Auto-Detect Mouse”, dan lain-lain.
5.Drive Configuration – Mengatur hard drive, CD-ROM, dan floppy drive.
6.Memori – Menunjuk langsung BIOS untuk meng-copy instruksi ke dalam alamat memori tertentu.
7.Security – Mengatur password untuk mengakses komputer.
8.Power Management – Memilih apakah akan menggunakan pengaturan tenaga (power management) dan juga mengatur jumlah waktu untuk standby dan suspend.
9.Exit – Menyimpan perubahan lalu keluar, mengabaikan perubahan lalu keluar, atau mengembalikan setting ke posisi default.
Berhati-hatilah saat mengubah setup. Setting yang salah akan menahan komputer Anda dari booting. Setelah Anda selesai dengan perubahan yang dibutuhkan, pilih “Save Changes” lalu exit. BIOS akan me-restart komputer dan setting yang baru akan terlihat.
BIOS menggunakan teknologi CMOS untuk menyimpan semua perubahan dari setting komputer. Teknologi ini membutuhkan baterai lithium atau Ni-Cad kecil untuk memenuhi kebutuhan energi untuk menyimpan data selama bertahun-tahun.
Terkadang, sebuah komputer akan membutuhkan BIOS yang terbaharui (update). Seiring dengan device dan standar baru yang semakin meningkat, BIOS membutuhkan perubahan agar dapat “memahami” hardware baru. Karena BIOS tersimpan dalam ROM, meng-upgradenya akan lebih sulit dibanding meng-upgrade tipe software lainnya.
Untuk meng-upgrade BIOS, Anda mungkin membutuhkan program spesial dari manufaktur komputer atau BIOS itu sendiri. Cari informasi versi dan tanggal BIOS yang tampil saat startup sistem atau cek di manufaktur komputer Anda untuk mengetahui tipe BIOS komputer Anda. Lalu, masuklah ke web site manufaktur BIOS untuk mencari upgrade yang tersedia. Download-lah upgrade tersebut dan program bantuan yang dibutuhkan untuk menginstall update BIOS. Lalu bacalah instruksi dari manufaktur BIOS untuk cara meng-upgrade BIOS.
Manufaktur BIOS yang cukup terkenal antara lain :
1.American Megatrends Inc. (AMI)
2.Phoenix Technologies
3.Ali
4.Winbond
Seperti mengubah setting CMOS, berhati-hatilah saat mengupgrade BIOS Anda. Pastikan bahwa Anda meng-upgrade versi yang cocok dengan sistem komputer Anda dan Anda mengikuti instruksi upgrade dari manufaktur BIOS dengan benar. Kalau tidak, Anda dapat merusak BIOS dan komputer Anda sama saja sudah “mati”. Jika masih ragu-ragu, lebih baik serahkan pada ahlinya untuk meng-upgrade BIOS.
Tampilkan postingan dengan label operating system. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label operating system. Tampilkan semua postingan
12 Sep 2012
25 Apr 2011
download, komputer, operating system
Membuat OpenSuse live USB dengan windows
Untuk posting kali ini saya ingin berbagi tata cara memasang Opensuse Live USB lewat Windows. Tanpa banyak " Chink-Chonk " lagi ini langkah - langkah nya;
Yang dibutuhkan:
1. Siapkan USB Flash Disk minimal 1 GB
2. Download versi terakhir dari syslinux
3. Download hasil modifikasi initrd - namanya initrdud - dari uploads BlogVavai. Modifikasi initrd ini memuat perubahan boot dari CD ke USB dan penambahan modules NLS untuk character set FAT 32
4. Download ISO openSUSE LiveCD.
MEMBUAT BOOTABLE LIVEUSB
1. Jalankan Windows
2. Tancapkan USB Flash Disk
3. Ekstrak hasil download syslinux
4. Buka DOS Prompt (Command Prompt)
5. Pindah ke folder hasil ekstrak syslinux, masuk ke folder win32
6. Jalankan perintah syslinux -ma driver-letter-of-flash-disk, misalnya :syslinux -ma E: dengan E adalah driver USB Flash Disk. Note : Proses pembuatan bootable disk sangat cepat jadi jangan menunggu berlama-lama :-D
PROSES PEMBUATAN LIVE USB
1. Tancapkan ulang USB Flash Disk yang sudah bootable
2. Buat folder sementara untuk hasil ekstrak ISO LiveCD, misalnya folder liveiso
3. Ekstrak ISO LiveCD menggunakan 7-zip atau winrar ke folder liveiso
4. Copy semua isi dari liveiso ke USB Flash disk
5. Copy semua isi folder boot/i386/loader ke USB Flash disk (ke root folde, bukan didalam folder. Maksudnya, copy ke drive E: bukan ke kedalam folder di drive E: )
6. Rename file isolinux.cfg yang ada di root folder USB Flash disk menjadi syslinux.cfg
7. Copy file initrdud hasil download ke root folder USB Flash Disk
8. Buat perubahan kecil pada file syslinux.cfg agar menggunakan initrdud, bukan initrd. Lakukan perubahan pada baris ini : append initrd=initrd ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showoptsmenjadi append initrd=initrdud kiwidebug=1 ramdisk_size=512000 ramdisk_blocksize=4096 splash=silent showopts Opsi kiwidebug=1akan menampilkan pesan error apapun :-D ke terminal
TESTING
1. Boot komputer dengan prioritas boot adalah USB HDD. Sebagian besar komputer terbaru mestinya sudah mendukung pilihan ini. Jika menggunakan laptop atau komputer yang mendukung perubahan boot on the fly, ubah pilihan dengan menekan tombol keyboard F12, F8, F9 atau tombol lain sesuai dengan konfigurasi komputer anda
2. Saat booting, tekan ENTER saat ada pilihan untuk boot. Mengetik tulisan Live-System seperti yang diminta akan menimbulkan pesan kesalahan. KIta dapat memodifikasi pesan ini namun hal ini tidak terlalu bermasalah andaikan dibiarkan saja.
Demikian posting saya kali ini, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. fns
artikel, komputer, operating system
2. Suse
SUSE Linux adl salah satu distro Linux utama yg dibuat di Jerman. SUSE Linux aslinya merupakan terjemahan dlm bhs Jerman dr Slackware. Perusahaannya sekarang ini dimiliki oleh Novel, Inc. S.u.S.E adl singkatan dr kalimat dlm bhs Jerman “Software- und System-Entwicklung” (“Perangkat lunak & pengembangan sistem”), tetapi ada informasi tdk resmi yg mengatakan bahwa S.u.S.E dihubungkan dgn ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse.
SUSE LINUX termasuk distro yang paling dihormati sebagai penyedia solusi dan teknologi unggul di dunia sistem operasi open source. Distro asal Jerman ini memiliki tim developer terbesar di dunia yang telah banyak berjasa mengangkat nama SUSE sebagai solusi Linux paling lengkap saat ini. Pada tahun 2003, SUSE LINUX resmi diakuisisi oleh Novell, Inc.
SUSE Linux Professional (SLP) 9.3 adalah sebuah distro sistem operasi desktop yang mengundang decak kagum saat dicoba. Distro ini memiliki semua aplikasi Linux yang kemungkinan besar dibutuhkan oleh semua orang. Berbagai aplikasi itu kemudian disajikan dengan pilihan antarmuka KDE Atau GNOME yang terbaru.
Yang perlu diingat adalah sejak awal adalah SUSE LINUX punya reputasi sebagai distro yang bukan diperuntukkan buat pengguna awam. Jadi, jangan mengharapkan distro ini akan semudah Xandros atau Linspire. Tidak perlu takut untuk mencobanya mengingat lengkapnya dokumentasi yang tersedia untuk distro ini, hanya saja distro ini mungkin lebih tepat untuk developer, seorang power user, atau seseorang yang tertarik untuk mencoba sampai sejauh mana desktop Linux dapat digunakan.
Sebagai distro Linux high-end, SLP 9.3 dapat dijalankan di Pentium berkecepatan rendah dengan memory minimal 128MB dan ruang harddisk 500MB. Tentu saja yang disarankan adalah prosesor minimum Pentium 1GHz, memory 256MB, dan harddisk 2,5GB.
3. Ubuntu 5.04
Ubuntu mengambil namanya dari bahasa Afrika Kuno. Menurut situs Ubuntu (www.ubuntulinux.org), nama Ubuntu bermakna “kemanusiaan bagi sesama”. Distro ini lahir dari keinginan para pengembang Linux untuk menyajikan sebuah distro Linux yang mudah dipakai, handal, berkualitas, dan gratis. Ubuntu dapat dipakai baik untuk mesin yang berfungsi sebagai server maupun sebagai komputer desktop. Distro ini juga mendukung aneka prosesor yang ada di pasaran seperti Intel x86, AMD64, dan PowerPC.
Proyek Ubuntu (Ubuntu Project) disponsori oleh Canonical Ltd. Para peminat Ubuntu bisa memesan CD Ubuntu dalam jumlah yang mereka inginkan secara gratis dengan cara mengunjungi situs Ubuntu. Namun, para peminat Ubuntu juga bisa melakukan download file image Ubuntu (dalam bentuk file .iso) dengan cara mengunjungi alamat www.ubuntulinux.org/download/. Berhubung Ubuntu didistribusikan dalam dua CD, pastikan Anda mendapatkan atau men-download file image yang sesuai dengan keperluan. Sebagai informasi, versi install CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dipasang dalam harddisk. Sementara versi Live CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dijalankan secara langsung via CD-ROM tanpa perlu di-install lagi ke dalam harddisk.
Ubuntu 5.04 Hoary Hedgehog merupakan versi terbaru sistem operasi ini. Sistem operasi ini membutuhkan komputer dengan spesifikasi prosesor dari keluarga x86 (Intel 486, Pentium, Pentium II, III, dan 4), AMD, atau VIA (dahulu Cyrix), kartu grafis VGA dengan kedalaman 256 warna atau lebih tinggi, RAM 128MB atau lebih tinggi, sebuah CD-ROM drive, dan ruang harddisk sekitar 1 gigabyte atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Spesifikasi ini merupakan kebutuhan dasar untuk menjalankan modus grafis dalam Ubuntu. Jika pengguna lebih suka dengan modus teks, spesifikasi komputer yang diperlukan bisa lebih rendah lagi daripada spesifikasi tersebut.
4. Knoppix 3.8
Knoppix boleh dikatakan sebagai pelopor Live CD, yakni sistem operasi yang bisa langsung dijalankan dan dipakai tanpa instalasi. Sistem operasi ini dirintis oleh sekumpulan programer dan pengguna Linux dari Jerman. Menurut situs resminya di http://knoppix.com/, Knoppix bisa dipakai sebagai sistem siap pakai untuk keperluan sehari-hari, untuk kepentingan edukasi dan demo produk di sekolah atau perguruan tinggi, atau sebagai perkakas untuk perbaikan (recovery). Dengan menggunakan metode dekompresi secara on the fly, sebuah CD berkapasitas sekitar 700MB bisa dipakai untuk menjalankan sistem Linux lengkap berkapasitas 2 gigabyte.
Berbeda dengan Ubuntu yang mengandakan Gnome sebagai antarmuka grafisnya, Knoppix menggunakan KDE versi 3.32 sebagai antarmuka grafis default-nya. Dalam hal versi, distro ini hanya memiliki satu file image untuk di-download, yakni versi Live CD. Jika pengguna ingin memasang Knoppix ke dalam harddisk-nya, mereka bisa memanfaatkan perkakas yang telah disediakan dalam versi tersebut. Saat ini, versi terbaru Knoppix adalah 4.0. Sayangnya, pada saat artikel ini ditulis, versi ini baru tersedia untuk bahasa Jerman dan dikemas dalam sekeping DVD. Sementara untuk bahasa Inggris, versi terbaru Knoppix adalah 3.9.
Knoppix dapat dipasang dalam komputer dengan spesifikasi prosesor berbasis Intel atau kompatibelnya (486 atau lebih tinggi), RAM berkapasitas sekitar 128MB untuk menjalankan modus grafis dengan KDE dan aneka aplikasi perkantoran, sebuah CD-ROM drive tipe IDE/ATAPI/USB/SCSI/Firewire), sebuah kartu grafis standar VGA, mouse dengan konektor PS/2, serial, atau USB, dan harddisk berkapasitas 1GB atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Jika pengguna hanya ingin menjalankan Knoppix dalam modus teks, kebutuhan RAM dan harddisk tentu saja akan lebih rendah daripada spesifikasi tersebut.
5. PC Linux OS
PCLinuxOS adalah distro Linux yang lahir pada musim panas 2003 dan awalnya dikembangkan dari Mandrake (sekarang Mandriva) 9.2. Saat itu Mandrake masih menggunakan kernel versi 2.4, devfs, dan XFree86. Dalam dua tahun ini, telah berevolusi menjadi sebuah distro yang sama sekali baru sebagaimana Mandriva berkembang meninggalkan akar RedHatnya. PCLinuxOS Preview 9 yang terbaru telah menggunakan Kernel 2.6.11-oci11 yang bekerja sempurna dengan desktop KDE 3.4.1. KDE 3.4.1 sendiri memanfaatkan backend hal/dbus untuk memudahkan automounting perangkat seperti usb key, cdrom, kamera, dan scanner.
PCLinuxOS disebarkan dalam bentuk live CD. Ini berarti Anda tidak perlu meng-install PCLinuxOS ke dalam harddisk. Cukup masukkan CDnya dan boot dari CDROM. Dalam waktu sekitar lima menit ,Anda sudah dapat menggunakannya. PCLinuxOS akan meng-uncompress data dari CD sambil jalan sehingga Anda dapat menikmati berbagai program yang berukuran sekitar 2 gigabyte. PCLinuxOS akan berjalan di memori dan memungkinkan Anda untuk mengakses seluruh komputer, membakar CD, menyimpan ke harddisk, menikmati hiburan digital atau berselancar di web. Live CD berarti portabilitas alias membawa lingkungan sistem yang sudah Anda kenal dengan baik kemanapun anda pergi.
6. Linux Xnuxer
Masih ingat Dani Firmansyah? Pria bernama alias Xnuxer ini sempat membuat heboh karena mengubah tampilan situs resmi KPU saat Pemilu. Juli lalu, Dani mengumumkan peluncuran distro Linux hasil oprekannya. Distro yang menurut Dani dikerjakan sendirian selama 7 hari 7 malam itu diberi nama Xnuxer Linux versi 1. Distro ini disebarkan dalam bentuk live CD yang dapat dijalankan tanpa instalasi.
Xnuxer Linux dibangun di atas fondasi distro Debian Sarge 3.1 dan Knoppix 3.9. “Konsep yang diaplikasikan di Xnuxer Linux adalah membuat Linux bisa digunakan dengan mudah oleh end-user dengan mempercantik tampilan KDE tanpa mengurangi kinerja” begitu dipaparkan oleh Dani.
Harapan Dani sepertinya tercapai. Anda dapat menikmati sendiri KDE dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Lebih sederhana dan membuat Linux terlihat mudah. Mereka yang sudah terbiasa dengan Windows kemungkinan besar tetap “merasa di rumah” saat mencoba Linux Xnuxer.
7. Mandrake 10.0
Mandrake merupakan salah satu ditribusi Linux bahkan yang pertama menerapkan konsep sistem operasi dengan antarmuka grafis yang sangat “bersahabat” dengan penggunanya.
Proyek distribusi Linux ini sebenarnya sudah dimulai Mandrake sejak tahun 1998. Dengan konsentrasi pengembangan Linux yang lebih mudah, Mandrake telah mengubah momok “menyeramkan” Linux yang awalnya penuh dengan konfigurasi rumit menggunakan perintah baris menjadi distribusi Linux yang menawarkan lebih banyak kemudahan.
Perubahan serta penambahan beberapa feature baru terus dilakukan Mandrake dari waktu ke waktu. Bahkan untuk menandainya, Mandrake mengubah keseluruhan nama distribusi menjadi Mandriva. Hingga kini nama Mandriva digunakan sebagai kelanjutan pengembangan distribusi Linux Mandrake.
Versi distribusi Linux terakhir yang dirilis oleh Mandriva adalah 10. Masih bercirikhas kemudahan antarmuka pengguna yang dimiliki distribusi Mandrake terdahulu, Mandriva 10 juga dibekali dengan Linux kernel 2.6.3.
Instalasi distribusi Linux yang satu ini terbilang sangat mudah. Sebelum Mandrake dikembangkan, pengguna yang akan menginstall Linux diharuskan mengerti setidaknya cara mengkompilasi kernel Linux dan modul yang terkait dengan kernel tadi. Terkadang proses ini memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hal ini disadari oleh beberapa pengembang distibusi Linux lain seperti RedHat dan Suse. Mereka mulai mengembangkan sebuah antarmuka instalasi linux.
Berangkat dari sanalah Mandrake kemudian mengembangkan antarmuka instalasi yang lebih baik. Penataan informasi serta langkah-langkah instalasi dikemas sedemikian sehingga tidak terlihat lagi kerumitan instalasi Linux yang sesungguhnya.
Arch Linux,
# CentOS,
# Debian,
# Fedora
# Gentoo,
# Knoppix,
# Kubuntu,
# Linux Mint,
# Mandriva,
# OpenGEU,
# openSUSE,
# Pardus,
# PCLinuxOS,
# Red Hat
# Slackware,
# Ubuntu,
# gOS
Macam - macam linux
Posting kali ini saya ingin membahas atau lebih tepatnya memberikan catatan tentang macam - macam linux. tanpa banyak " Chink-Chonk " lagi ini dia macam - macam linux:
1. Fedora Core 4
Pada semester pertama 2003, Red Hat mengumumkan untuk tidak lagi menjual produk konsumennya secara terpisah, dan melepasnya sebagai unit semi otonom yang diberi nama Red Hat Linux Project. Proyek ini melanjutkan produksi versi konseumen, tapi kali ini sebagai produk gratis yang melibatkan komunitas Linux.
Fedora Core adalah distro besutan Red Hat Project setelah bergabung dengan Fedora Project, sebuah proyek komunitas yang mengkhususkan diri membuat berbagai paket aplikasi untuk dijalankan di Red Hat Linux.
Melihat sejarahnya, Fedora Core jelas merupakan hasil evolusi dari Red Hat Linux yang berhenti di versi 9. Karena hasil evolusi, Fedora Core memiliki penampilan, “rasa”, dan fungsionalitas khas Red Hat Linux.
Fedora Core 4, dirilis tanggal 13 Juni 2005, adalah rilis terbaru dari Fedora Project yang menawarkan banyak perbaikan dan feature baru dibanding versi pendahulunya. Fedora Core 4 memuat semua update software terbaru, termasuk GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang semakin cantik dan menunjang kinerja.
Fedora Core 4 dapat dibakar ke empat keping CD atau sebuah DVD. Distro ini tidak menggunakan live CD dan harus diinstall ke harddisk. Instalasi Fedora Core 4 mudah, dan tidak banyak berubah dari rilis sebelumnya. Fedora menggunakan installer Anaconda yang berbasis grafik sehingga mudah diikuti. Distro ini juga dapat bekerja dengan baik di berbagai spesifikasi sistem tanpa perlu ngoprek di command line. Kabar baik untuk para pengguna komputer Apple, Fedora Core 4 kini mendukung penuh arsitektur CPU PowerPC, sehingga dapat dijalankan di prosesor Apple G3, G4, bahkan G5. Dengan begitu, kini pengguna Apple memiliki alternatif sistem operasi yang stabil selain Mac OS X.
Pada semester pertama 2003, Red Hat mengumumkan untuk tidak lagi menjual produk konsumennya secara terpisah, dan melepasnya sebagai unit semi otonom yang diberi nama Red Hat Linux Project. Proyek ini melanjutkan produksi versi konseumen, tapi kali ini sebagai produk gratis yang melibatkan komunitas Linux.
Fedora Core adalah distro besutan Red Hat Project setelah bergabung dengan Fedora Project, sebuah proyek komunitas yang mengkhususkan diri membuat berbagai paket aplikasi untuk dijalankan di Red Hat Linux.
Melihat sejarahnya, Fedora Core jelas merupakan hasil evolusi dari Red Hat Linux yang berhenti di versi 9. Karena hasil evolusi, Fedora Core memiliki penampilan, “rasa”, dan fungsionalitas khas Red Hat Linux.
Fedora Core 4, dirilis tanggal 13 Juni 2005, adalah rilis terbaru dari Fedora Project yang menawarkan banyak perbaikan dan feature baru dibanding versi pendahulunya. Fedora Core 4 memuat semua update software terbaru, termasuk GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang semakin cantik dan menunjang kinerja.
Fedora Core 4 dapat dibakar ke empat keping CD atau sebuah DVD. Distro ini tidak menggunakan live CD dan harus diinstall ke harddisk. Instalasi Fedora Core 4 mudah, dan tidak banyak berubah dari rilis sebelumnya. Fedora menggunakan installer Anaconda yang berbasis grafik sehingga mudah diikuti. Distro ini juga dapat bekerja dengan baik di berbagai spesifikasi sistem tanpa perlu ngoprek di command line. Kabar baik untuk para pengguna komputer Apple, Fedora Core 4 kini mendukung penuh arsitektur CPU PowerPC, sehingga dapat dijalankan di prosesor Apple G3, G4, bahkan G5. Dengan begitu, kini pengguna Apple memiliki alternatif sistem operasi yang stabil selain Mac OS X.
2. Suse
SUSE Linux adl salah satu distro Linux utama yg dibuat di Jerman. SUSE Linux aslinya merupakan terjemahan dlm bhs Jerman dr Slackware. Perusahaannya sekarang ini dimiliki oleh Novel, Inc. S.u.S.E adl singkatan dr kalimat dlm bhs Jerman “Software- und System-Entwicklung” (“Perangkat lunak & pengembangan sistem”), tetapi ada informasi tdk resmi yg mengatakan bahwa S.u.S.E dihubungkan dgn ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse.
SUSE LINUX termasuk distro yang paling dihormati sebagai penyedia solusi dan teknologi unggul di dunia sistem operasi open source. Distro asal Jerman ini memiliki tim developer terbesar di dunia yang telah banyak berjasa mengangkat nama SUSE sebagai solusi Linux paling lengkap saat ini. Pada tahun 2003, SUSE LINUX resmi diakuisisi oleh Novell, Inc.
SUSE Linux Professional (SLP) 9.3 adalah sebuah distro sistem operasi desktop yang mengundang decak kagum saat dicoba. Distro ini memiliki semua aplikasi Linux yang kemungkinan besar dibutuhkan oleh semua orang. Berbagai aplikasi itu kemudian disajikan dengan pilihan antarmuka KDE Atau GNOME yang terbaru.
Yang perlu diingat adalah sejak awal adalah SUSE LINUX punya reputasi sebagai distro yang bukan diperuntukkan buat pengguna awam. Jadi, jangan mengharapkan distro ini akan semudah Xandros atau Linspire. Tidak perlu takut untuk mencobanya mengingat lengkapnya dokumentasi yang tersedia untuk distro ini, hanya saja distro ini mungkin lebih tepat untuk developer, seorang power user, atau seseorang yang tertarik untuk mencoba sampai sejauh mana desktop Linux dapat digunakan.
Sebagai distro Linux high-end, SLP 9.3 dapat dijalankan di Pentium berkecepatan rendah dengan memory minimal 128MB dan ruang harddisk 500MB. Tentu saja yang disarankan adalah prosesor minimum Pentium 1GHz, memory 256MB, dan harddisk 2,5GB.
3. Ubuntu 5.04
Ubuntu mengambil namanya dari bahasa Afrika Kuno. Menurut situs Ubuntu (www.ubuntulinux.org), nama Ubuntu bermakna “kemanusiaan bagi sesama”. Distro ini lahir dari keinginan para pengembang Linux untuk menyajikan sebuah distro Linux yang mudah dipakai, handal, berkualitas, dan gratis. Ubuntu dapat dipakai baik untuk mesin yang berfungsi sebagai server maupun sebagai komputer desktop. Distro ini juga mendukung aneka prosesor yang ada di pasaran seperti Intel x86, AMD64, dan PowerPC.
Proyek Ubuntu (Ubuntu Project) disponsori oleh Canonical Ltd. Para peminat Ubuntu bisa memesan CD Ubuntu dalam jumlah yang mereka inginkan secara gratis dengan cara mengunjungi situs Ubuntu. Namun, para peminat Ubuntu juga bisa melakukan download file image Ubuntu (dalam bentuk file .iso) dengan cara mengunjungi alamat www.ubuntulinux.org/download/. Berhubung Ubuntu didistribusikan dalam dua CD, pastikan Anda mendapatkan atau men-download file image yang sesuai dengan keperluan. Sebagai informasi, versi install CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dipasang dalam harddisk. Sementara versi Live CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dijalankan secara langsung via CD-ROM tanpa perlu di-install lagi ke dalam harddisk.
Ubuntu 5.04 Hoary Hedgehog merupakan versi terbaru sistem operasi ini. Sistem operasi ini membutuhkan komputer dengan spesifikasi prosesor dari keluarga x86 (Intel 486, Pentium, Pentium II, III, dan 4), AMD, atau VIA (dahulu Cyrix), kartu grafis VGA dengan kedalaman 256 warna atau lebih tinggi, RAM 128MB atau lebih tinggi, sebuah CD-ROM drive, dan ruang harddisk sekitar 1 gigabyte atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Spesifikasi ini merupakan kebutuhan dasar untuk menjalankan modus grafis dalam Ubuntu. Jika pengguna lebih suka dengan modus teks, spesifikasi komputer yang diperlukan bisa lebih rendah lagi daripada spesifikasi tersebut.
4. Knoppix 3.8
Knoppix boleh dikatakan sebagai pelopor Live CD, yakni sistem operasi yang bisa langsung dijalankan dan dipakai tanpa instalasi. Sistem operasi ini dirintis oleh sekumpulan programer dan pengguna Linux dari Jerman. Menurut situs resminya di http://knoppix.com/, Knoppix bisa dipakai sebagai sistem siap pakai untuk keperluan sehari-hari, untuk kepentingan edukasi dan demo produk di sekolah atau perguruan tinggi, atau sebagai perkakas untuk perbaikan (recovery). Dengan menggunakan metode dekompresi secara on the fly, sebuah CD berkapasitas sekitar 700MB bisa dipakai untuk menjalankan sistem Linux lengkap berkapasitas 2 gigabyte.
Berbeda dengan Ubuntu yang mengandakan Gnome sebagai antarmuka grafisnya, Knoppix menggunakan KDE versi 3.32 sebagai antarmuka grafis default-nya. Dalam hal versi, distro ini hanya memiliki satu file image untuk di-download, yakni versi Live CD. Jika pengguna ingin memasang Knoppix ke dalam harddisk-nya, mereka bisa memanfaatkan perkakas yang telah disediakan dalam versi tersebut. Saat ini, versi terbaru Knoppix adalah 4.0. Sayangnya, pada saat artikel ini ditulis, versi ini baru tersedia untuk bahasa Jerman dan dikemas dalam sekeping DVD. Sementara untuk bahasa Inggris, versi terbaru Knoppix adalah 3.9.
Knoppix dapat dipasang dalam komputer dengan spesifikasi prosesor berbasis Intel atau kompatibelnya (486 atau lebih tinggi), RAM berkapasitas sekitar 128MB untuk menjalankan modus grafis dengan KDE dan aneka aplikasi perkantoran, sebuah CD-ROM drive tipe IDE/ATAPI/USB/SCSI/Firewire), sebuah kartu grafis standar VGA, mouse dengan konektor PS/2, serial, atau USB, dan harddisk berkapasitas 1GB atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Jika pengguna hanya ingin menjalankan Knoppix dalam modus teks, kebutuhan RAM dan harddisk tentu saja akan lebih rendah daripada spesifikasi tersebut.
5. PC Linux OS
PCLinuxOS adalah distro Linux yang lahir pada musim panas 2003 dan awalnya dikembangkan dari Mandrake (sekarang Mandriva) 9.2. Saat itu Mandrake masih menggunakan kernel versi 2.4, devfs, dan XFree86. Dalam dua tahun ini, telah berevolusi menjadi sebuah distro yang sama sekali baru sebagaimana Mandriva berkembang meninggalkan akar RedHatnya. PCLinuxOS Preview 9 yang terbaru telah menggunakan Kernel 2.6.11-oci11 yang bekerja sempurna dengan desktop KDE 3.4.1. KDE 3.4.1 sendiri memanfaatkan backend hal/dbus untuk memudahkan automounting perangkat seperti usb key, cdrom, kamera, dan scanner.
PCLinuxOS disebarkan dalam bentuk live CD. Ini berarti Anda tidak perlu meng-install PCLinuxOS ke dalam harddisk. Cukup masukkan CDnya dan boot dari CDROM. Dalam waktu sekitar lima menit ,Anda sudah dapat menggunakannya. PCLinuxOS akan meng-uncompress data dari CD sambil jalan sehingga Anda dapat menikmati berbagai program yang berukuran sekitar 2 gigabyte. PCLinuxOS akan berjalan di memori dan memungkinkan Anda untuk mengakses seluruh komputer, membakar CD, menyimpan ke harddisk, menikmati hiburan digital atau berselancar di web. Live CD berarti portabilitas alias membawa lingkungan sistem yang sudah Anda kenal dengan baik kemanapun anda pergi.
6. Linux Xnuxer
Masih ingat Dani Firmansyah? Pria bernama alias Xnuxer ini sempat membuat heboh karena mengubah tampilan situs resmi KPU saat Pemilu. Juli lalu, Dani mengumumkan peluncuran distro Linux hasil oprekannya. Distro yang menurut Dani dikerjakan sendirian selama 7 hari 7 malam itu diberi nama Xnuxer Linux versi 1. Distro ini disebarkan dalam bentuk live CD yang dapat dijalankan tanpa instalasi.
Xnuxer Linux dibangun di atas fondasi distro Debian Sarge 3.1 dan Knoppix 3.9. “Konsep yang diaplikasikan di Xnuxer Linux adalah membuat Linux bisa digunakan dengan mudah oleh end-user dengan mempercantik tampilan KDE tanpa mengurangi kinerja” begitu dipaparkan oleh Dani.
Harapan Dani sepertinya tercapai. Anda dapat menikmati sendiri KDE dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Lebih sederhana dan membuat Linux terlihat mudah. Mereka yang sudah terbiasa dengan Windows kemungkinan besar tetap “merasa di rumah” saat mencoba Linux Xnuxer.
7. Mandrake 10.0
Mandrake merupakan salah satu ditribusi Linux bahkan yang pertama menerapkan konsep sistem operasi dengan antarmuka grafis yang sangat “bersahabat” dengan penggunanya.
Proyek distribusi Linux ini sebenarnya sudah dimulai Mandrake sejak tahun 1998. Dengan konsentrasi pengembangan Linux yang lebih mudah, Mandrake telah mengubah momok “menyeramkan” Linux yang awalnya penuh dengan konfigurasi rumit menggunakan perintah baris menjadi distribusi Linux yang menawarkan lebih banyak kemudahan.
Perubahan serta penambahan beberapa feature baru terus dilakukan Mandrake dari waktu ke waktu. Bahkan untuk menandainya, Mandrake mengubah keseluruhan nama distribusi menjadi Mandriva. Hingga kini nama Mandriva digunakan sebagai kelanjutan pengembangan distribusi Linux Mandrake.
Versi distribusi Linux terakhir yang dirilis oleh Mandriva adalah 10. Masih bercirikhas kemudahan antarmuka pengguna yang dimiliki distribusi Mandrake terdahulu, Mandriva 10 juga dibekali dengan Linux kernel 2.6.3.
Instalasi distribusi Linux yang satu ini terbilang sangat mudah. Sebelum Mandrake dikembangkan, pengguna yang akan menginstall Linux diharuskan mengerti setidaknya cara mengkompilasi kernel Linux dan modul yang terkait dengan kernel tadi. Terkadang proses ini memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hal ini disadari oleh beberapa pengembang distibusi Linux lain seperti RedHat dan Suse. Mereka mulai mengembangkan sebuah antarmuka instalasi linux.
Berangkat dari sanalah Mandrake kemudian mengembangkan antarmuka instalasi yang lebih baik. Penataan informasi serta langkah-langkah instalasi dikemas sedemikian sehingga tidak terlihat lagi kerumitan instalasi Linux yang sesungguhnya.
Arch Linux,
# CentOS,
# Debian,
# Fedora
# Gentoo,
# Knoppix,
# Kubuntu,
# Linux Mint,
# Mandriva,
# OpenGEU,
# openSUSE,
# Pardus,
# PCLinuxOS,
# Red Hat
# Slackware,
# Ubuntu,
# gOS
26 Mar 2011
artikel, download, komputer, operating system
Linux Slax LiveUSB
Kali ini saatnya saya posting yang Halal ‘hehehe’. Maksudnya halal, kali ini saya ingin membahas tentang Linux. Linux adalah sebuah Sistem Operasi yang Free alias gratis. Wah kalo denger kata gratis langsung semangat.
Ya, sebagian besar linux memang gratisan, tetapi ada juga beberapa distro linux yang berbayar. Tetapi disini saya tidak akan membahas yang berbayar atau yang gratisan. Tetapi yang akan saya bahas adalah boot linux via USB. Disini saya akan membahas salah satu distro linux yaitu SLAX. Slax adalah salah satu distro linux yang menyediakan booting LiveCD dan LiveUsb. Tampilan Slax lumayan cantik, dan yang pasti slax berukuran kecil yang menjadikannya sangat ringan walau dijalankan dikomputer dengan hardware yang minim sekalipun.
Tanpa banyak "Chink-chonk" lagi ini langkah demi langkah menginstall Slax di Flashdisk. Untuk menggunakan Slax, yang harus dipersiapkan adalah:
1. Slax TAR, bisa didownload disini
2. Media USB dengan sisa Kapasitas 300mb atau lebih.
3. Winrar/alat dekompres untuk mengekstrak file TAR.
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Ekstrax file Slax . Bila sudah diekstrak, akan terdapat 2 folder yaitu Slax dan boot. Potong/cut folder tersebut ke muka usb anda, contoh H:\boot dan H:\slax. Dimana H:\ adalah flashdisk anda.
2. Bila sudah, buka folder boot, dan klik 2 kali bootinst.bat. Ikuti cara tersebut hingga muncul tulisan:
Setting up boot record for H:, wait please…
Disk H: should be bootable now. Installation finished.
Read the information above and then press any key to exit…
Restart Komputer anda. jangan lupa untuk mensetting Bios anda menjadi First Boot : USb FDD. Bila tidak tau caranya, lakukan cara seperti dibawah ini:
1. Restart komputer anda. (jangan lupa menyimpan file office anda).
2. Tekan tombol Del / F2 (tergantung dari komputer anda untuk menuju setting Bios).
3. Pilih tulisan …… BIOS (pokoknya yang ada tulisan Bios nya).
4. Cari tulisan First Boot, dan tekan enter.
5. Pilih tulisan USB-FDD, dan tekan enter.
6. Tekan F10 / yang lain (tergantung dari komputer anda)
7. Apabila terdapat tulisan “Save to ….. CMOS <Y/N>” anda pilih yang Y dengan cara tekan tombol y lalu enter.
8. Komputer anda akan terrestart. Dan bila sudah, Slax anda akan booting. Pilih yang Slax graphic mode (KDE) atau Slax Always fresh (untuk latihan karena tidak akan menyimpan semua setting).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang SLAX klik disini.
Sekian posting saya kali ini, semoga bermanfaat. fns
Langganan:
Postingan (Atom)
